Lokasi / Beranda / Hiburan / Populasi Ayam Tembus 8 Juta Ekor, Pemprov Jateng Pasarkan Produk Ternak ke Kalteng
Populasi Ayam Tembus 8 Juta Ekor, Pemprov Jateng Pasarkan Produk Ternak ke Kalteng

Optimistis MBG Berkontribusi Menyerap Produk
Menanggapi harga yang sempat anjlok, ia optimistis dalam waktu dekat harga daging dan telur ayam akan stabil menyusul berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat berhenti sekitar dua pekan saat masa libur sekolah.
Frans meyakini program prioritas presiden itu memberikan kontribusi cukup besar terhadap penyerapan produksi ayam dan telur yang saat ini mengalami surplus.
"MBG itu menyerap telur dan daging ayam. Jadi memang ada kontribusi yang lumayan menyerap telur sama daging ayam, tapi bukan satu-satunya," lanjutnya.
Lebih lanjut, untuk meningkatkan serapan hasil peternak, Distanak Jateng telah menyepakati menu MBG berupa telur dan ayam yang disajikan masing-masing dua kali dalam sepekan.
"Harapannya bisa menyerap lebih banyak dan harga tidak jatuh ke peternak. Minimal masuk sesuai harga produksinya," katanya.
Di samping itu, Pemprov bersama peternak ayam dan telur di Jateng menyepakati harga pembelian komoditas untuk kebutuhan MBG.
Adapun rinciannya telur dipatok sekitar Rp 28.000 per kilogram dan daging ayam sekitar Rp 35.000 per kilogram.
"Kesepakatan itu sudah sekitar satu bulan yang lalu. Mestinya sekarang sudah mulai berjalan lagi seiring MBG aktif kembali," katanya.
Sebelumnya — Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
Selanjutnya — Lu Punya Otak, Enggak?
Artikel Terkait
- Cara Menikmati Keindahan Waduk Sermo di Kulon Progo, Bisa Jogging dan Lari
- 20 Tahun ke Depan, Laut Indonesia Terancam Kian Tercemar
- Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol Sebelum Dibunuh di Tangerang
- Cuaca Buruk Jelang Final Piala Dunia, Badai Kuat Skala 3 Intai New York
- Argentina Libur Nasional Usai Messi Dkk Gagal Juara Piala Dunia
- Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Bacok Lawan hingga Luka di Jakut
- Derita Nelayan RI di Kapal Ikan Asing: Tak Ada Istirahat, Sakit Tetap Kerja
- Kasus Kematian Pasien Anak di Pangkalpinang, Dokter Ratna Divonis Bebas
