Lokasi / Beranda / Kesehatan / Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal

Kecelakaan motor vs truk di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakibatkan tiga anak meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) malam.
Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 23.40 WITA di Jalan Raya Dusun Lingkuk Kudung, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang.
Berdasarkan informasi awal, sepeda motor Honda Vario yang dikendarai anak dengan berboncengan tiga orang melaju dari arah barat. Pada saat yang sama, sebuah truk ekspedisi berwarna hijau datang dari arah timur hingga terjadi tabrakan.
Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU Brata Kusnadi membenarkan adanya kecelakaan motor vs truk yang menewaskan tiga orang tersebut.
Ia menjelaskan, tiga korban meninggal dunia masing-masing berinisial D, P, dan D, yang merupakan warga Desa Pajangan, Kecamatan Kopang.
"Korban meninggal dunia tiga orang. Salah satunya meninggal di rumah sakit, sementara lainnya meninggal di tempat kejadian," ujar Brata, Minggu (19/7/2026), dilansir dari TribunLombok.
Sopir Truk Diamankan, Penyebab Kecelakaan Diselidiki
Brata menegaskan, truk ekspedisi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut beserta sopirnya telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
"Bukan tabrak lari. Kendaraan truk ekspedisi warna hijau tersebut sudah diamankan di Polres," tegasnya.
Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan motor vs truk di Lombok Tengah tersebut, termasuk meminta keterangan para saksi di lokasi kejadian.
Brata juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin dalam berlalu lintas untuk mencegah kecelakaan serupa.
"Himbauan kami kepada seluruh warga masyarakat yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dalam berlalu lintas tentunya kita sangat mengharapkan kesadaran atau disiplin. Mohon agar kecepatan diperhatikan sehingga bila terjadi accident, kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Aturan lain perlu dipatuhi demi menjaga keselamatan diri dan orang lain," pungkasnya.
Sebelumnya — Awasi Bursa Mineral, OJK Akan Punya Komisioner Baru
Selanjutnya — Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Ratusan Karyawan Diliburkan Sementara Waktu
Artikel Terkait
- Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
- Membongkar Brankas Eks Bupati Sukoharjo: Ada Emas 2,5 Kg dan Gepokan Miliaran Rupiah
- BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih
- Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
- Bupati Sukoharjo Pakai Hasil Peras Anak Buah buat Renovasi Rumah dan Beli Mobil
- Inovasi soal Evakuasi Korban Bencana Bikin Mata Dunia Tertuju ke China
- KPK Sebut Bupati Sukoharjo Ancam Mutasi Anak Buah yang Tak Mau Setor Duit
- Road Show E-Sports Kapolri Cup 2026 di Polda Kepri, Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
