Lokasi / Beranda / Teknologi / Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur
Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur

Aparat gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan usai bentrok antara warga Desa Narasaosina dan warga Dusun Bele, Desa Waiburak, di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Sejak Sabtu malam, aparat gabungan melaksanakan patroli jalan kaki di sepanjang jalan utama Dusun Bele, sambil memantau situasi serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat.
Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, menjelaskan bahwa patroli malam merupakan bagian dari upaya Polri memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya konflik susulan.
"Kami terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli dan pendekatan dialogis. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman, memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujar Eliezer, Minggu (19/7/2026).
Eliezer mengatakan, berdasarkan hasil pantauan lapangan situasi di kedua desa tersebut mulai kondusif.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas.
Eliezer menambahkan, pengamanan di kedua desa dipertebal dengan adanya sejumlah personel dari Kompi 1 Batalyon B Satuan Brimob Polda NTT.
Diberitakan sebelumnya, konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, kembali pecah pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Bentrokan diduga dipicu masalah sengketa tanah yang akan digunakan untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Konflik ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia, lima orang terluka, dan 20 rumah terbakar.
Sebelumnya — Halte Kebon Sirih Arah Kota Akan Ditutup 3 Hari, TJ Siapkan Alternatif
Selanjutnya — Soal Retribusi Parkir Truk Antre BBM di Bahu Jalan, Dishub Dharmasraya Akan Evaluasi
Artikel Terkait
- Pengacara Don Ritto Ungkap Duit Disita dari Kafe de'Clan buat Bangun Pelabuhan
- Hampir 50 Tahun Tinggal di Rumah Warisan, Nurbaeti Terpaksa Angkat Kaki Kena Eksekusi Lahan di Pangandaran
- Iran Diduga Lacak Ponsel Tentara AS, Manfaatkan Celah Telekomunikasi
- Memaki dan "Berdoa"
- Kerja di Bali dengan Visa Kunjungan, 3 WNA Pelanggar Izin Tinggal Dideportasi
- FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
- Ketua DPRD Riau Minta Maaf Usai Bentrok Anggota, BK Diminta Proses Pelanggaran Etik
- Ampas Kopi Gayo "Disulap" jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan
