Lokasi / Beranda / Pendidikan / Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib
Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pastikan tetap perbolehkan Jogja Last Friday Ride (JLFR) edisi Juli 2026 melintas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepastian tersebut dikeluarkan untuk meluruskan kekhawatiran dan wacana yang berkembang terkait pelarangan total aktivitas bersepeda di kawasan ikon Kota Yogyakarta itu.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan pada prinsipnya Pemerintah DIY tidak mengeluarkan larangan terkait kegiatan JLFR itu.
Lanjut dia, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan ruang publik termasuk rombongan JLFR yang rutin bersepeda tiap Jumat akhir bulan.
“Jadi, kalau ada anggapan kita melarang, itu tidak benar, karena semuanya punya hak," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Wajib saling berbagi jalan
Ia menambahkan, bagi pengguna jalan wajib untuk saling berbagi dengan kendaraan lain.
"Bagaimana kita bisa memberikan hak kepada yang lain juga, terutama bagi pengguna (jalan) yang tidak bersepeda,” kata Erni.
“Semuanya harus berbagi tempat dan saling menghargai," imbuhnya.
Soal JLFR pada Juli ini, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta untuk merumuskan skema pengamanan dan penataan para pengendara sepeda.
Hal itu dibutuhkan karena daya tampung Jalan Malioboro yang terbatas sehingga para pesepeda diminta agar tidak memenuhi seluruh badan jalan.
Tujuannya agar kendaraan umum maupun pejalan kaki serta kendaraan lain di Malioboro bisa mendapatkan akses jalan.
"Malioboro jalannya sempit ya, jangan sampai nanti memenuhi badan jalan,” kata dia.
Harus taat rambu lalu lintas
Ia juga mengimbau agar pesepeda taat dengan rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Kota Yogyakarta.
“Jangan sampai tidak mentaati. Kalau satu stuck, nanti crowded semua. Lampu merah, ya harus berhenti," tegasnya.
Nantinya Dishub tetap melakukan penjagaan tetapi bukan penjagaan ketat yang bersifat represif tetapi dalam bentuk pendampingan.
"Bukan siaga ya, kita membersamai. Harapannya teman-teman yang bersepeda taat peraturan lalu lintas,” ujar Erni.
Sebelumnya — Kebocoran Gas Diduga Picu Ledakan di Rumah Mewah Medan, Lurah: Di Kompleks Ini Semua Pakai Gas Tanam
Selanjutnya — Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker
Artikel Terkait
- Pria di China Kaget, Meja Makan Retak di Rumahnya Ternyata Benda Bersejarah Dinasti Qing
- Sekongkol Jahat Anak Angkat dan Pacar di Nganjuk, Habisi Nyawa Ayah karena Dendam dan Utang
- Marak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Ingatkan Pemimpin Jaga Integritas
- Harta Benda Ludes dalam Kebakaran Bekasi, "Saya Hanya Sempat Selamatkan Anak-anak..."
- Tolak Barcelona, Nico Williams: Lebih Baik di Athletic Bilbao daripada Menang Banyak Gelar
- Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan Selesai, Lalin Arah Gambir Normal Lagi
- INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Demonstrasi Ajak Masyarakat Stop Bayar Pajak
- Prabowo Banggakan Petani: Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri
