Lokasi / Beranda / Berita / Reza Arap Bawa Bunga Matahari dan Baju Bergambar Lula Lahfah di Peluncuran Trailer Harusnya Horor
Reza Arap Bawa Bunga Matahari dan Baju Bergambar Lula Lahfah di Peluncuran Trailer Harusnya Horor

Kreator konten Reza Arap Oktovian membawa satu bouquet bunga matahari dalam acara peluncuran trailer dan poster film Harusnya Horor di Plaza Senayan, Senin (20/7/2026).
Bunga matahari itu sebagai simbol penghormatan dan rasa sayangnya kepada mendiang Lula Lahfah.
Arap juga mengenakan kaus khusus bergambarkan Lula Lahfah dan bertuliskan Love.
"Menurutku, sejatinya ya ada spot tersendirilah. Ada spot sendiri di mana dia tuh selalu ada di sini," kata Arap.
Ia berharap penonton juga bisa memberikan spot tersendiri bagi mendiang Lula Lahfah.
Meski sudah tiada, Arap berharap penonton tetap menghargai karya terakhir dari Lula.
"Dan gue berharap nanti cita-citanya juga bisa ada spot tersendiri di setiap bioskop," ujar Arap.
Sebagai informasi, Harusnya Horor menjadi karya terakhir dari Lula Lahfah sebelum meninggal dunia pada 23 Januari 2026.
Film ini merupakan debut penyutradaraan Reza Arap Oktovian.
Harusnya Horor menampilkan sembilan member AAA Clan dari mulai Arap, Jot, Yuka, Garry, Niko Junius, Aloy, Bravy, Ibot, dan Tepe46.
Harusnya Horor akan tayang di bioskop pada 20 Agustus 2026.
Sebelumnya — Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?
Selanjutnya — Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR
Artikel Terkait
- Disebut Perlu Beri Kompensasi Gangguan Layanan Air ke Pelanggan, Ini Penjelasan PAM JAYA
- Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim
- Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Rumah dan Lapak di Bekasi Tersendat
- Presiden Prabowo On Track Jadi Presiden Terhijau dalam Sejarah Indonesia
- Demi Judol, Pria di Malang Nekat Curi Emas Tetangga yang Sedang Shalat di Masjid
- Cuaca Jakarta Hari Ini: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Siang Hari
- Harga Bitcoin Hari Ini 21 Juli 2026 Bullish di Atas 65.000 dollar AS
- Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
