Lokasi / Beranda / Berita / Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh
Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti di Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah sedang menjadi sorotan.
Sebab, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan diduga menyebabkan sejumlah siswa mengalami keracunan pada Senin (20/7/2026).
Sejumlah pihak terkait kemudian melakukan pengecekan ke dapur SPPG tersebut untuk mencari tahu penyebab para siswa mengalami keracunan.
Dugaan sementara, para siswa mengalami keracunan seperti mual dan muntah karena susu kotak yang diminum.
Hasil pengecekan
Di samping itu, pada pengecekan di dapur SPPG Bogowanti, ditemukan sejumlah kemasan minyak goreng merek MinyaKita yang berjejer rapi di rak.
Pemilik SPPG Bogowanti, Sumining, mengaku pihaknya sempat menggunakan minyak goreng tersebut sejak Rabu (15/7/2026).
"Hari Selasa itu tanggal 14 tapi kita pakai berarti di hari Rabunya," ucap dia saat ditemui wartawan di lokasi.
Alasannya memakai minyak goreng tersebut untuk program MBG karena mengikuti para mitra SPPG lainnya.
"Kok teman lain-lain kok pakai itu, akhirnya kita mengikuti. Padahal kita pakai SunCo (awalnya)," kata dia.
Namun, dirinya enggan menyebut mitra-mitra SPPG yang menggunakan MinyaKita dalam program MBG tersebut.
"Mitra-mitra lain, enggak usah kami sebutkan di sini. Pokoknya ada. Oh boleh toh? Ya, sudah boleh aku ikut-ikutan gitu," terang dia.
Menurutnya, harga minyak goreng merek MinyaKita lebih murah dibandingkan dengan harga minyak goreng SunCo.
Korwil SPPG larang penggunaan minyak goreng MinyaKita
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan penggunaan MinyaKita tidak sesuai dengan ketentuan penyediaan bahan baku untuk Program MBG.
Seluruh mitra diwajibkan menggunakan bahan baku berkualitas premium demi menjaga mutu dan kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.
"Sebenarnya nggak boleh. Memang untuk semua bahan baku harus pakai yang premium karena mengingat dari kualitasnya," ujar Artika saat ditemui wartawan di dapur tersebut.
Pihaknya akan memberikan pembinaan dan imbauan kepada mitra agar tidak lagi menggunakan minyak goreng tersebut dalam program MBG.
"Nanti kita memberikan imbauan kepada mitra yang menggunakan itu supaya ke depannya tidak menggunakan lagi," terang dia.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) MBG Blora hingga Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) terkait sanksi yang akan diberikan karena penggunaan minyak goreng tersebut.
"Nanti kita laporan dulu ke pihak SPPG terkait hasilnya, untuk sanksi dan lainnya dari pihak KPPG," jelas dia.
Sebelumnya — Nelayan di Gianyar Hilang saat Melaut, Basarnas Kerahkan Drone Thermal untuk Pencarian
Selanjutnya — Cerita Sailah, dari Tanah ke Hunian Layak Berkat Bantuan Pemprov Jateng
Artikel Terkait
- Identitas 8 Korban Bentrok antar Warga di Adonara Flores Timur
- Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
- Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli
- BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih
- MPR Gelar Sarasehan di Pekanbaru, Bahas Obligasi Daerah & Investasi Publik
- ADAKSI Desak RUU Sisdiknas Tak Komersialisasi Kampus dan Bergantung UKT Sepenuhnya
- Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel
- Plt Jampidsus Ungkap Pesan JA Tangani Kasus Febrie Secara Profesional
