Lokasi / Beranda / Kesehatan / Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga
Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga

Suasana berbeda terlihat di salah satu gang di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/7/2026).
Gang yang sehari-hari dilalui warga itu berubah menjadi lapangan sepak bola sekaligus dipadati penonton yang menyaksikan laga final Liga Aspal.
Puluhan warga RW 08 Kelurahan Menteng memenuhi sisi lapangan untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang bertanding.
Sorak sorai penonton, termasuk ibu-ibu yang terus menyemangati para pemain, membuat suasana pertandingan layaknya sebuah stadion mini.
Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng Andika Prasetia mengatakan, partai final mempertemukan Blue Lions dan Red Thunder FC yang seluruh pemainnya merupakan anak-anak dari lingkungan sekitar.
"Final ini memang sudah disiapkan. Semifinalnya sudah seminggu lalu, jadi panitia sudah mempersiapkan pertandingan ini dengan matang," kata Andika kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu.
Turnamen Liga Aspal menggunakan sistem liga dengan batas usia maksimal 13 tahun.
Menurut Andika, aturan tersebut diterapkan agar kompetisi menjadi wadah pembinaan sepak bola bagi anak-anak sejak usia dini.
Panitia menyiapkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta untuk tim juara.
Sejumlah warga juga turut menambah hadiah secara sukarela sebagai bentuk dukungan kepada para peserta.
Andika mengatakan, Liga Aspal bukan sekadar ajang mencari juara.
Turnamen ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang sepak bola.
"Tujuannya agar anak-anak semakin terfasilitasi dan ke depannya bisa menjadi anak-anak yang berprestasi," ujarnya.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terus meningkat sejak kompetisi dimulai hingga babak final.
Dukungan tidak hanya datang dari warga RW 08, tetapi juga dari berbagai pihak di luar lingkungan tersebut.
"Support warga luar biasa. Dukungan juga datang dari banyak pihak, jadi antusiasmenya benar-benar besar," tutur Andika.
Sebelumnya — Selesaikan Konflik Agraria, Akademisi Usulkan 5 Langkah Ini
Selanjutnya — BGN Investigasi ke Jember soal Siswa dan Wali Murid Diare Usai Santap MBG
Artikel Terkait
- Hutan Lindung di Bali Utara Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan Terjal
- DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
- Pemprov Jatim Terbitkan Pergub Kelas Jalan, Truk Jumbo Tak Bisa Asal Melintas
- Hasil Otopsi Sementara Dokter PPDS yang Ditemukan Tewas di Semak RSUD Siak: Ada Memar di Kepala
- Legislator Soroti Usia Kapal Induk Hibah Italia 40 Tahun, Singgung Anggaran
- Dipolisikan KDRT, Pria Sumsel Bakar Rumah Mertua hingga Hanguskan 10 Rumah
- Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Jember, Satgas Selidiki Penyebabnya
- Memaknai Sensus Ekonomi 2026
