Lokasi / Beranda / Olahraga / 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih
10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih

Kekeringan melanda 10 kecamatan di Kabupaten Bogor sejak awal Juni tahun ini. Total 22.065 jiwa yang tersebar di 17 desa kesulitan air bersih.
"Total desa/kelurahan terdampak sebanyak 17 desa, total kecamatan sebanyak 10 kecamatan, total KK terdampak sebanyak 6.333 KK. Total jiwa terdampak sebanyak 22.065 jiwa," kata Kabid Kedaruran dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani, Minggu .
Adam menyebutkan distribusi air bersih sudah dilakukan di 41 titik terdampak kekeringan. Total air bersih yang disalurkan sebanyak 200 ribu liter.
"Total titik distribusi 41 titik, total keseluruhan pendistribusian air bersih sampai saat ini sebanyak 200.000 Liter atau 40 ritase," kata Adam.
Adam mengatakan jumlah total wilayah dan jiwa terdampak merupakan data yang dilaporkan sejak awal Juni hingga 11 Juli. Jumlah tersebut belum ditambah data air bersih yang didistribusikan hari ini.
"Data di atas dicatat sejak 10 Juni-11 Juli. Untuk hari ini ada kegiatan distribusi air bersih di tiga desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Rancabungur, Kecamatan Babakan Madang, dan Kecamatan Leuwisadeng," kata Adam.
Lihat juga Video Momen Warga Medan Berebut Air Bersih saat Pasokan Tirtanadi Terhenti
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya — 10 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia 2026, Ada dari Indonesia?
Selanjutnya — Warga Protes SPMB di Lampung Timur, Kadisdik: Rumah Dekat Sekolah Belum Tentu Diterima
Artikel Terkait
- Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia Kandas Usai Ditaklukkan Argentina
- Satgas PRR dan PNM Siapkan Skema Pembiayaan Usaha bagi Penyintas di Agam
- Polisi Selidiki Ledakan di Grand Polonia Medan, Diduga Akibat Pipa Gas Bocor
- Mendagri Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem-Integritas
- Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah
- Skandal Kecurangan Tes CPNS Guncang Thailand, Ribuan PNS Terlibat
- Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000
- Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal
